Sejarah Singkat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Sejarah Singkat Peringatan Maulid Nabi SAW

Sejarah Singkat Peringatan Maulid Nabi SAW
Sejarah sigkat peringatan maulid Nabi SAW

Peringatan maulid Nabi pada 12 Rabiul Awal menjadi momen untuk menjaga gairah umat seperti semangatnya nabi dalam memperjuangakan agama

Walaupun hal ini telah menjadi semacam tradisi, tapi sampai saat ini masih terjadi silang pendapat dikalangan para ulama.

Artikel lainnya : Download Kalender 2020 PDF

Apabila ditelusuri dalam kitab tarikh yang merupakn kitab sejarah dalam islam, perayaan Maulid Nabi tidak pernah ditemukan di masa sahabat, tabiin, sampai pada tabiit tabiin, bahkan pada empat imam mazhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ahmad).

Seperti yang Anda ketahui, mereka adalah insan manusia yang sangat mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Merekalah kalangan yang paling bersemangat dan menghayati setiap ajaran yang diwariskan oleh nabi kita.

kaligrafi muhammad

Artikel terkait : Contoh Desain Spanduk Maulid Nabi

Kapan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW?

Ada sebuah pendapat mengatakan bahwa Maulid Nabi pertama kali muncul pada zaman Shalahuddin Al-yyubi yaitu pada tahun 1193 M. Kala itu, Shalahuddin disebut menganjurkan umatnya untuk melaksanaan perayaan Maulid Nabi dengan tujuan membangkitkan semangat jihad kaum Muslimin. Saat itu, Shalahuddin dan umat Islam memang ada dalam fase berperang melawan pasukan atau tentara Salib.

Walaupun demikian, pendapat tersebut juga masih menjadi perdebatan. Ad beberapa yang menolak bahwa Shalahuddin sebagai pelopor maulid, alasannya tidak ditemukan catatan sejarah yang menerangkan perihal Shalahuddin menjadikan Maulid Nabi sebagai bagian dari perjuangannya dalam Perang melawan tentara Salib.

Menurut Pakar Sejarah Islam

Selain itu menurut beberapa pakar sejarawan Islam, peringatan Maulid Nabi secara khusus dipelopori oleh Dinasti Ubadiyyun atau juga dikenal sebagai Fatimiyah (silsilah keturunannya disandarkan pada Fatimah). Adalah Al Maqrizi yang merupakan salah satu tokoh sejarah Islam mengatakan, para khilafah Fatimiyah memang mempunyai banyak perayaan sepanjang tahun.

Perayaan tersebut mulai dari perayaan tahun baru, Maulid (hari kelahiran) Nabi, hari Asyura, maulid Ali bin Ali Thalib, maulid Fatimah al Zahra, maulid Hasan dan Husain, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertama Ramadan, perayaan Idul Fitri dan Idul Adha, perayaan malam pertama bulan Syaban, perayaan malam Al Kholij, perayaan hari Nauruz (tahun baru Persia), dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, Asy Syekh Bakhit Al Muti’iy, yang merupakan seorang mufti dari Mesir, dalam kitabnya Ahsanul Kalam (hal.44) juga mengatakan, yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid, salah satunya merupakan Maulid Nabi ialah Al Mu’izh Lidnillah atau keturunan Ubaidillah dari Dinasti Fatimiyah pada 362 Hijriah.

Selain beberapa pendapat ulama tersebut, dalam beberapa buku sejarah juga dikatakan bahwa Dinasti Fatimiyah memang yang menginisiasi perayaan Maulid Nabi. Perlu Anda pahami sebelumnya, pemerintahan Fatimiyah berdiri pada 909 Masehi di Tunisia. Setelah Enam dekade kemudian, mereka melakukan pemindahan pusat kekuasaan ke Kairo, Mesir. Dan setelah 2 tahun setelah masuknya Shalahuddin al-Ayubbi ke Mesir, yaitu sekitar tahun 1171, Dinasti Fatimiyah akhirnya runtuh. 

Adanya perayaan Maulid Nabi yang di lakukan oleh Dinasti Fatimiyah disebutkan antara lain oleh dua sejarawan dan ilmuwan pada masa Dinasti Mamluk, yaitu beberapa abad sesudah masa hidup Shalahuddin. Dan perlu Anda ketahui, mereka adalah salah satu sejarawan yang telah disebutkan sebelumnya, yakni al-Maqrizi (1442) dan al-Qalqashandi (1418).

Leave a Reply

%d bloggers like this: